AGAR SUKSES DALAM BUDIDAYA KROTO/TERNAK KROTO

AGAR SUKSES DALAM BUDIDAYA KROTO/TERNAK KROTO.

Kita akui, bahwa segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang instant. Semua hal butuh perjuangan, kerja keras, ketekunan dan kesungguhan dalam menuju gerbang keberhasilan. Sama halnya dalam budidaya kroto, kesungguhan dan kerja keras serta semangat untuk belajar dan maju mutlak diperlukan.
Pertama, menjadi mental pembelajar. Budidaya kroto meski sekilas tampak mudah, tetap membutuhkan ilmu khusus dalam tingkat penerapannya. Sehingga ketika anda gagal dalam budidaya kroto, jangan lantas memvonis bahwa ini mustahil bakal berhasil. Namun, bukalah pikiran anda bahwasanya pasti ada jalan, jika mau belajar.

Kedua, rawatlah bibit semut kroto anda dengan cara yang benar. Berikanlah makanan dan minuman tepat waktu. Jangan sampai anda memberikan makanan telat waktu. Sebab bila itu terjadi, bisa dipastikan bibit semut kroto anda setress dan semakin habis.

Ketiga, hindari cahaya yang terlalu terang dalam lokasi budidaya kroto anda. Mengapa demikian? Lokasi yang terlalu cerah menyebabkan semut merasa tidak nyaman di kandangnya. Maka, pilihlah lokasi yang agak sedikit gelap sehingga bibit semut kroto anda nyaman dan terus berproduksi.

Keempat., usahakan dalam ruangan atau lokasi yang sepi. Sebaliknya, lokasi semut yang ramai kurang baik bagi budidaya kroto.

Kelima, selalu memerhatikan kondisi koloni semut. Bila ada toples yang tampak mulai ditinggalkan koloni semut, segeralah pindah toples tersebut (tanpa merusak sarang didalamnya) ke tempat tepi.

Keenam, hindari kontak matahari langsung. Kontak matahari langsung membuat semut kepanasan. Akibatnya, semut bisa setress dan menjatuhkan diri ke lantai. Ketujuh, usahakan dalam ruangan beratap yang sejuk.

Ketujuh, usahakan ada ratu semut rangrang dalam jumlah yang wajar. Ratu menurut pengalaman kami sangat penting karena membuat semut nyaman dan turut menyumbang dalam produksi telur kroto.

Hindari budidaya kroto di bawah ruangan yang panas, misalnya di bawah seng, asbes dan lain sebagainya. Demikian sedikit tips sukses dalam budidaya kroto. Semoga bermanfaat dan anda bisa berhasil dalam budidaya kroto di masing-masing daerah anda.

 

 

Iklan

Cara Memberi Makanan dalam Ternak/Budidaya Kroto

cara memberi makan dalam budidaya kroto semut rangrang

Kembali dengan cara ternak kroto, kali ini kita akan membahas tentang bagaimana cara memberi makan semut rangrang. Ya, semut rangrang memang tergolong hewan karnivora (pemakan daging) , serangga atau hewan yang tergolong agresif. Seiring dengan perkembangan zaman, semut rangrang pun kini bisa dibudidayakan dengan teknik tertentu.

Langsung saja, cara memberi makan semut rangrang adalah sebagai berikut. Pertama, berikan salah satu hewan berikut semacam ulat hongkong, ulat kayu, kepik, jangkrik dan semacamnya. Taruh makanan tersebut dalam baki atau wadah dalam jumlah tertentu di lantai (rak). Usahakan agar pemberian makanan semut rangrang ini secukupnya saja dan di dekat bibit kroto anda. Misal, jika anda memiliki 50 toples, maka anda bisa menggunakan ulat hongkong sebesar 1 ons dalam seminggu.

Pertanyaan berikutnya, kalau habis sebelum seminggu bagaimana? Ya mudah saja, tinggal belikan saja ke penjual di pakan burung. Intinya, usahakan agar makanan semut rangrang tidak habis sama sekali. Karena, jika makanannya habis, semut bisa saja setress dan berusaha kabur serta berusaha membuat jembatan bergantungan atau malah bunuh diri terjun bebas.

Kedua, berikutnya siapkan minuman air gula secukupnya. Bagaimana takarannya? Sederhana saja, pada prinsipnya adalah manis. Lebih manis lebih baik. Bagaimana cara pembuatannya? Mudah saja, tinggal siapkan air dalam bentuk mentah ataupun yang sudah direbus. Lalu, masukkan gula pasir ke dalam wadah yang telah disiapkan. Aduk terus menerus sampai rata. Kalau sudah merata, baru kemudian taruh dalam wadah khusus semisal baki, lalu taruhlah di rak tempat budidaya kroto anda.

Makanan dan minuman semut rangrang tersebut usahakan agar selalu ada. Lalu yang perlu diperhatikan, usahakan agar makanannya semisal ulat hongkong, jangkrik dll dalam kondisi fresh atau segar. Mengapa? Karena kandungan proteinnya masih terjaga. Demikian pula dengan minumannya, usahakan agar jangan terlalu banyak sehingga sampai berubah warna atau basi. Sebab, kalau basi dikhawatirkan akan muncul bakteri yang bisa mengganggu perkembangan budidaya kroto semut rangrang dalam ternak semut rangrang anda.